Pages

Minggu, 07 Juni 2009

Waktu untuk Sholat 5 Waktu

Ketahuilah bahwa waktu sholat tidak ditetapkan berdasarkan jam, tetapi berdasarkan pada matahari. Berikut ini adalah masing - masing waktunya :
1. Dhuhur
Mulai matahari tergelincir ke barat sampai panjang bayang2 suatu benda sama dengan panjang bendanya.
2. Ashar
Mulai habis waktu dhuhur sampai matahari terbenam.
3. Maghrib
Mulai habis matahari terbenam sampai terbenamnya mega merah.
4. Isya'
Mulai habis waktu maghrib sampai terbit fajar shadiq.
5. Shubuh
Mulai habis waktu isya' sampai terbit matahari.

Sabtu, 06 Juni 2009

Lanjutan Formasi Baru Pengurus Harian IM

Departemen
3). Dana Usaha
Ketua : Darill Muflih Arief
Sekretaris : Enjela Puspadewi
4). Humas
Ketua : Toni Yulianto
Sekretaris : Umrowati
5). Keputrian
Ketua : Vivit Ninda Mayangsari
Sekretaris : Fiqqih Sinatriya Maghfiroh

Semoga amanah yang diemban ini dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya sehingga dakwah IM akan lebih baik daripada yang sebelumnya....
Semoga....

Formasi Baru Pengurus Harian IM

Ro'is IM yang baru telah terpilih pada hari Senin, 1 Juni 2009. Selanjutnya pada hari Sabtu, 6 Juni 2009 terbentuk pula elemen - elemen pendukungnya, yakni Pengurus Harian.
Berikut ini adalah daftar lengkap Pengurus Harian IM periode 2009/2010 :
Ketua Umum : M. Sholikin
Sekretaris Umum : Yoga Arifianto
Bendahara Umum : Sari Cahyaningtyas

Departemen
1). Kaderisasi
Ketua : Sigit Pancahayani
Sekretaris : Hamimah Turrohmah 2). TI
Ketua : Jayadi Pebwanartha
Sekretaris : Via Elsa Kahar

lanjut di posting lain...

Kamis, 04 Juni 2009

Cuplikan Pidato Pertama Ro'is IM yang Baru

Adalah suatu tradisi yang namanya ro'is IM yang baru menyampaikan pidato pertamanya dalam FAIM. Tradisi ini juga berlanjut pada akhir FAIM 2009 yang berakhir 1 Juni 2009.
Berikut ini adalah salah satu cuplikan kata-katanya :
"Bila amanah ini suatu beban yang membebani punggung saya, maka saya tak ingin beban ini semakin ringan, akan tetapi saya ingin punggung ini semakin kuat untuk menopang beban yang begitu berat ini".

Pergantian Ro'is Kajian Islam Jurusan Matematika ITS IBNU MUQLAH

Hari Ahad dan Senin, 31 Mei dan 1 Juni 2009 kemarin adalah hari yang sangat bersejarah bagi IM. Dalam 2 hari tersebut dilaksanakan FAIM (Forum Akbar Ibnu Muqlah) yang merupakan forum tertinggi pengambilan keputusan dalam IM.
Dalam FAIM kemarin, ada pembahasan tentang AD/ART IM, GBHK, LPJ Kepengurusan 2007/2008, serta pemilihan ro'is IM yang baru sebagai puncaknya. Dari 3 calon yang diajukan tim formatur yakni M.Sholikin, Jayadi P, dan Sigit P akhirnya M. Sholikin terpilih sebagai ro'is IM periode 2009/2010

In Action Training

Alhamdulillah acara IAT (In Action Training) berjalan dengan lancar. IAT adalah salah satu bagian dari alur kaderisasi yang ada di IM. Kalau boleh dikatakan IAT itu adalah seperti LKMM TD kalau kita berada di himpunan.
IAT kali ini berlangsung pada tanggal 23 - 24 Mei 2009, bertempat di kompleks Masjid Al Muttaqin, Kenjeran, Surabaya. Acara ini diikuti oleh 8 orang ikhwan dan 7 orang akhwat. Sedangkan materi-materi yang disampaikan a.l:
Manajemen dakwah
Manajemen Organisasi
Amal Jama'i
Qiyadah wal jundiyah

Minggu, 03 Mei 2009

KOPASUS DAKWAH

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan rahmat Allah Yang Maha Agung, pada tanggal 1 mei 2009 ditetapkan "TIM FORMATUR '09" Kajian Islam IBNU MUQLAH. Launching tim ini bebarengan dengan kajian rutin jum'at. Tim formatur adalah orang-orang yang bertugas untuk mengonsep dakwah IM satu tahun ke depan yaitu periode kepengurusan 2009/2010 yang juga sekaligus sebagai SC FAIM (Foru Akbar Ibnu Muqlah).

Dengan pertimbangan yang matang dari semua elemen Pengurus Harian, akhirnya terpilih 11 ikhwah (5 ikhwan, 6 akhwat)yang akan menjadi para "KOPASUS DAKWAH" yaitu :

Ikhwan:
1. Mohammad Sholikin
2. Sigit Pancahayani
3. Jayadi Pebwanarta
4. M. Risky Faundra
5. Andik Mabrur

Akhwat:
1. Hamimah Turrahmah
2. Umrowati
3. Via Elsa Kahar
4. Sari Cahyaningtyas
5. Nuraina Mazi'un
6. Irlizanty Y.R.

Semoga antum/antunna yang terpilih bisa memberikan ide-ide dan inovasi untuk perbaikan dakwah kita ke depan.

Rabu, 29 April 2009

Barang Siapa yang Mengamalkan Tauhid dengan Semurni-murninya Pasti Masuk Surga Tanpa Hisab

Firman Allah Ta'ala:
"Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang menjadi teladan, senantiasa patuh kepada Allah dan menghadapkan diri (hanya kepada-Nya); dan sama sekali ia tidak pernah termasuk orang-orang yang berbuat syirik (kepada Allah)." (An-Nahl: 120)
"Dan orang-orang yang mereka itu tidak berbuat syirik (sedikitpun) kepada Tuhan mereka." (Al- Mu'minun: 59)


Hushain bin 'Abdurrahman menuturkan:
"Suatu ketika aku berada di sisi Sa'id bin Jubair, lalu ia bertanya: Siapakah diantara kalian melihat bintang yang jatuh semalam? Aku pun menjawab: Aku. Kemudian kataku: Ketahuilah, sesungguhnya aku ketika itu tidak dalam keadaan shalat, tetapi terkena sengatan kalajengking. Ia bertanya: Lalu apa yang kamu perbuat? Jawabku: Aku meminta ruqyah. Ia bertanya lagi: Apakah yang mendorong dirimu untuk melakukan hal itu? Jawabku: Yaitu: sebuah hadits yang dituturkan oleh Asy-Sya'bi kepada kami. Ia bertanya lagi: Dan apakah hadits yang dituturkan kepadamu itu? Kataku: Dia menuturkan kepada kami hadits dari Buraidah ibn Al-Hushaib: "Tidak boleh ruqyah karena 'ain atau terkena sengatan..."
Sa'id pun berkata: Sungguh telah berbuat baik orang yang mengamalkan apa yang telah didengarnya; tetapi Ibnu 'Abbas menuturkan kepada kami hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda: "Telah dipertunjukkan kepadaku umat-umat. Aku melihat seorang nabi, bersamanya beberapa orang; dan seorang nabi, bersamanya satu dan dua orang; serta seorang nabi, dan tak seorangpun bersamanya. Tiba-tiba ditampakkan kepadaku suatu jumlah yang banyak; akupun mengira bahwa mereka itu adalah umatku, tetapi dikatakan kepadaku: Ini adalah Musa bersama kaumnya. Lalu tiba-tiba aku melihat lagi suatu jumlah besar pula, maka dikatakan kepadaku: ini adalah umatmu, dan bersama mereka ada tujuh puluh ribu orang yang mereka itu masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab. Kemudian bangkitlah beliau dan segera memasuki rumahnya. Maka orang-orangpun memperbincangkan tentang siapakah mereka itu. Ada diantara mereka yang berkata: Mungkin saja mereka itu yang menjadi sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Ada lagi yang berkata: Mungkin saja mereka itu orang-orang yang dilahirkan dalam lingkungan Islam, sehingga tidak pernah mereka berbuat syirik sedikitpun kepada Allah. Dan mereka menyebutkan lagi beberapa perkara. Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam keluar, mereka memberitahukan hal tersebut kepada beliau. Maka beliau bersabda: Mereka itu adalah orang-orang yang tidak meminta ruqyah, tidak meminta supaya lukanya ditempel dengan besi yang dipanaskan, tidak melakukan tathayyur dan mereka pun bertawakkal kepada Tuhan mereka. Lalu berdirilah 'Ukasyah bin Mihshan dan berkata: Mohonkanlah kepada Allah agar aku termasuk golongan mereka. Beliau menjawab: kamu termasuk golongan mereka. Kemudian berdirilah seorang yang lain dan berkata: Mohonkanlah kepada Allah agar aku juga termasuk golongan mereka. Beliau menjawab: Kamu sudah kedahuluan 'Ukasyah." (HR Bukhari dan Muslim)