Rabu, 20 Agustus 2014

UNIK DAN SEDERHANA, PERERAT UKHUWAH DENGAN HALAL BIHALAL


Kepengurusan Ibnu Muqlah periode 2014/2015 diawali dengan program dakwah Halal Bihalal. Prodak IM ini dilaksanakan pada 7 Agustus 2014 bertempat di ruang T101 jurusan matematika FMIPA ITS. Kegiatan tersebut dimulai pukul 16.00 dengan dihadiri kurang lebih 38 ikhwan dan 28 akhwat. Tak hanya dari mahasiswa, halal bihalal IM juga dihadiri oleh dosen jurusan matematika selaku undangan.
Acara dibuka dengan tilawah dari M. Ilham dan dilanjutkan sambutan dari Asmianto, ketua umum Ibnu Muqlah. Sambutan kedua dari Bapak Imam Mukhlas selaku pembina Ibnu Muqlah. Kemudian acara inti yaitu penyampaian materi oleh Bapak Soeharjupri, dosen matematika. Serta kultum dan sharing pengalaman oleh Mas Affan, mahasiswa matematika 2010 yang kini tengah menempuh kuliah di Arab Saudi.


Menurut Ilham, salah satu panitia pelaksana, acara halal bihalal IM ini merupakan acara yang luar biasa dengan kemasan unik, penataan ruang yang kreatif, lesehan, serta penyajian makanan yang sederhana. Antusias peserta memperindah suasana ukhuwah. Pun banyak ilmu dan pengalaman yang bisa diambil hikmahnya dari 3 undangan istimewa, ketiganya yakni Pak Soeharjupri (dosen), Pak Darmaji (dosen), dan Mas Affan (mahasiswa matematika 2010).

Acara yang berlangsung hingga menjelang maghrib ini ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Bapak Darmaji. Selain guna bersilaturrahmi dan mempererat ukhuwah, halal bihalal ini juga untuk sharing dan berbagi pengalaman dari tamu undangan. “Alhamdulillah dan terima kasih untuk semua pihak yang terlibat”, tutur Ilham. (yun)

Kamis, 14 Agustus 2014

HALAL BIHALAL IBNU MUQLAH

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita. Sholawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW yang telah membimbing kita dari jalan yang sesat menuju jalan yang benar.

Ramadhan pergi, datanglah Syawal menggantikannya. Jika "syawal" berarti peningkatan, maka sungguh tak pantas kita mengalami penurunan signifikan selepas Ramadhan ini. Syawal adalah bulan kembalinya umat Islam kepada fitrahnya, diampuni semua dosanya, setelah melakukan ibadah Ramadhan selama sebulan penuh. Paling tidak, tanggal 1 Syawal umat Islam "kembali makan pagi" dan diharamkan berpuasa pada hari itu. Tibanya bulan Syawal membawa kemenangan bagi mereka yang berhasil menjalani ibadah puasa sepanjang Ramadhan, la merupakan lambing kemenangan umat Islam hasil dari peperangan menentang musuh dalam jiwa yang terbesar, yaitu hawa nafsu.

Ada perbedaan manusia di bulan romadlon dan manusia di bulan selain romadlon (11 bulan lainnya). Manusia itu bagaikan ulat pada 11 bulan diluar bulan romadlon. Dimana ulat ini akan selalu merugikan setiap tempat yang dia hinggapi. Misal, jika ulat berada di dekat buah apel, maka tidak lama lagi buah apel tersebut akan rusak karena digerogoti oleh ulat. Dan jika ulat berada pada kayu, maka tidak lama kayu tersebut akan berlubang, kemudian keropos. Begitupun manusia, mereka akan banyak melakukan kesalahan pada 11 bulan di luar bulan romadlon, karena hakekatnya manusia itu tempatnya salah dan dosa. Namun ketika memasuki bulan suci romadlon, maka manusia akan memasuki fase kepompong. Dimana yang kita tahu bahwa ulat pada fase ini lebih banyak diam. Dia tidak lagi merusak benda disekitarnya. Begitupun juga manusia pada bulan romadlon, manusia akan dibimbing langsung oleh Allah SWT. Manusia akan dibatasi setiap perilaku jeleknya dengan berpuasa. Karena dengan berpuasa manusia dapat mempertebal keimanannya kepada Allah SWT, sehingga mereka akan semakin dekat dengan Allah SWT. Setelah melalui fase kepompong ini , maka ulat akan menjadi kupu-kupu yang indah, menyenangkanhatibagisetiap orang yang melihatnya dan selektif dalam mencari makanan. Apabila manusia bersungguh-sungguh dalam berpuasa di bulan romadlon sehingga menjadi manusia yang bertaqwa dihadapan Allah, maka manusia yang seperti inilah yang dapat mewarisi sifat kupu-kupu.

Bulan Syawal ini juga dikenal dengan bulan silaturrohim. Dibandingkan bulan-bulan lainnya, pada bulan inilah umat Islam sangat banyak melakukan amaliah silaturahim, mulai mudik ke kampong halaman, saling ber-maafan dengan teman atau tetangga, halal bi halal. Betapa Syawal pun menjadi bulan penuh berkah, rahmat, dan ampunan Allah karena umat Islam menguatkan tali silaturahim dan ukhuwah Islamiyah.
Dalam bulan syawal ini pula terdapat amaliah yang ditentukan Rasulullah saw, yakni puasa sunah selama enam hari, sebagai kelanjutan puasa Ramadhan. "Barang siapa berpuasa pada bulan Ramadhan lalu diiringinya dengan puasa enamhari bulan Syawal, berarti ia telah berpuasa setahun penuh" (HR. Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i dan Ibnu Majah). Dalam hadis yang lain disebutkan "Allah telah melipat gandakan setiap kebaikan dengan sepuluh kali lipat. Puasa bulan Ramadhan setara dengan berpuasa sebanyak sepuluh bulan. Dan puasa enam hari bulan Syawal yang menggenapkannya satu tahun." (HR. An-Nasa’i dan Ibnu Majah)


--Materi ketika Halal Bihalal IM oleh bapak Drs. Soehardjupri M.Si--